Assalaamu'alaikum wrwb, salam sejahtera sahabat semua.
Derita Destrian Risyarsandi Wijaya
Sebenarnya saya kurang berbakat menggalang dana, tapi karena besarnya dana yg dibutuhkan dan sampai saat ini support dana dari masyarakat kurang, maka sya beranikan diri untuk bikin blog dan fanspage ini. Adik Sandi ini sudah sebulan di rumah sakit, dan dana yang masuk masih dari yayasan KASIH BUNDA milik bu Anne Avantie sebesar 55 juta dan 10 jt sukarelawan 2,5 bu walikota semarang + 12,5 juta dari sukarelawan lain, termasuk saya bbrp waktu yg lalu. Belum ada bantuan dari pemerintah setempat secara resmi. Sudah coba ke beberapa stasiun tv juga belum ada balasan.
Maka dari itu, saya sepertinya harus inisiatif menggalang dana lagi, baik dari saya sendiri, maupun orang-orang terdekat dan sy serahkan langsung ke yang bersangkutan pasca pilpres ini. Karena orang tuanya sekarang ini sangat kebingungan untuk membiayai perawatan Sandi yang membengkak hari demi hari.
Orang tua Sandi sendiri adalah masyarakat biasa, dimana bpknya seorang pegawai swasta dan ibunya pemilik warung. Walaupun bukan termasuk kaum dhuafa, tapi kalau mengeluarkan dana sampai 100 juta lebih, rumahpun digadaikan belum tentu cukup (rumahnya sendiri adalah warisan 4 bersaudara yang tidak mudah dijual atau digadaikan).
Tempat tinggalnya adalah mereka ada di Kabupaten Salatiga. Mengapa kok jauh sekali dengan saya? Itu karena yang membantu sehari-hari mereka adalah sahabat dekat saya, jadi saya terpanggil untuk segera bisa membantu, baik dari saya sendiri maupun sekitar saya.
Dan diperkirakan, masih banyak sekali dana yang dibutuhkan (bisa 100juta keatas), karena kondisinya masih perlu beberapa kali operasi penyembuhan, baik luka luar maupun dalam.
Ini pengantar dari ibu Anne Avantie yang menggalang dana untuk Sandi :
Semoga ini sedikit membantu meringankan beban mereka. Sebagai wujud rasa syukur kita atas berkah rejeki yang telah kita terima, dan membersihkan harta kita dari mereka yang berhak.
INFO CALL :
081703803888 / 081357352817 / 081225998282
Kronologis kecelakaan yang merenggut keceriaan Sandi
Derita Destrian Risyarsandi Wijaya
Sebenarnya saya kurang berbakat menggalang dana, tapi karena besarnya dana yg dibutuhkan dan sampai saat ini support dana dari masyarakat kurang, maka sya beranikan diri untuk bikin blog dan fanspage ini. Adik Sandi ini sudah sebulan di rumah sakit, dan dana yang masuk masih dari yayasan KASIH BUNDA milik bu Anne Avantie sebesar 55 juta dan 10 jt sukarelawan 2,5 bu walikota semarang + 12,5 juta dari sukarelawan lain, termasuk saya bbrp waktu yg lalu. Belum ada bantuan dari pemerintah setempat secara resmi. Sudah coba ke beberapa stasiun tv juga belum ada balasan.
Maka dari itu, saya sepertinya harus inisiatif menggalang dana lagi, baik dari saya sendiri, maupun orang-orang terdekat dan sy serahkan langsung ke yang bersangkutan pasca pilpres ini. Karena orang tuanya sekarang ini sangat kebingungan untuk membiayai perawatan Sandi yang membengkak hari demi hari.
Orang tua Sandi sendiri adalah masyarakat biasa, dimana bpknya seorang pegawai swasta dan ibunya pemilik warung. Walaupun bukan termasuk kaum dhuafa, tapi kalau mengeluarkan dana sampai 100 juta lebih, rumahpun digadaikan belum tentu cukup (rumahnya sendiri adalah warisan 4 bersaudara yang tidak mudah dijual atau digadaikan).
Tempat tinggalnya adalah mereka ada di Kabupaten Salatiga. Mengapa kok jauh sekali dengan saya? Itu karena yang membantu sehari-hari mereka adalah sahabat dekat saya, jadi saya terpanggil untuk segera bisa membantu, baik dari saya sendiri maupun sekitar saya.
Dan diperkirakan, masih banyak sekali dana yang dibutuhkan (bisa 100juta keatas), karena kondisinya masih perlu beberapa kali operasi penyembuhan, baik luka luar maupun dalam.
Ini pengantar dari ibu Anne Avantie yang menggalang dana untuk Sandi :
Saat ini tergolek tak berdaya seorang anak usia 2o bulan dgn kondisi sangat memprihatinkan … Karena tersiram KOLAK mendidih jualan warung Ibu nya … Yg karena anak ke-2 nya juga “lumpuh” maka ..dapat dimaklumi ibu tsb berbagi perhatian sambil merawat anak nya yg cacat tubuh. Penderitaan yg sungguh … Tak tak mampu kami ungkap kan – sungguh “menyayat hati” – bagaimana tubuh mungil itu berjuang melawan rasa perih nya “gula jawa” dan asin nya santal yg menyatu dgn kulit disekujur tubuh nya..
Kelalaian yg sungguh “menggores hati” kita semua …-betapa berat nya beban seorang IBU yg harus berperan “ganda” ..dalam himpitan kemiskinan dan penderitaan yg tak kunjung usai. Tampak guratan “penyesalan “yg mendalam yang tak mampu diungkapkan nya… Selain “sorot mata” menusuk hati ..
Keputusan “wisma kasih Bunda” dalam mengambil alih perawatan setelah tidak mampu membayar biaya di sebuah RS di solo adalah semata karena “tugas ” perutusan ALLAH yg dipercaya kan pada kami dan tim dokter Relawan Rs Elisabeth -semarang.
Kami tidak bisa sendiri dgn segala “keterbatasan” yg ada …krn begitu banyak anak2 lain yg masih menantikan Penanganan pelayanan kesehatan kami.
Apabila ada yg tesentuh hati dan ingin keterangan lebih lanjut bisa berhubungan dgn Humas “Yayasan Anne Avantie” o81 389 373 939 (ibu asmanah) atau kepala “wisma kasih Bunda” Ibu INTAN Avantie 024-8442189
Semoga ini sedikit membantu meringankan beban mereka. Sebagai wujud rasa syukur kita atas berkah rejeki yang telah kita terima, dan membersihkan harta kita dari mereka yang berhak.
Untuk bantuan, bisa langsung dikirimkan ke :
1. Ibu Sandi, BCA 0130588697 an Yuly Arisanti
2. Atau titip rekening saya ( kalau bs ada berita ) :
BCA Cabang Klampis - Surabaya, 5200201576 an Seger Suprapto
3. atau rekening Yayasan Anne Avantie ( jg tolong diberi berita "untuk Sandi", karena yayasan ini banyak keperluannya, tidak untuk Sandi aja ) :
MANDIRI Cab Candi Baru Semarang : 136.000.000.3530 an Sr. Fernanda Sartinah OSF / Sr. Theresia Sri WIdowati OSF
INFO CALL :
081703803888 / 081357352817 / 081225998282
atau disampaikan langsung ke facebook ibu Yuli (ibu Sandi) :https://www.facebook.com/yulyarisanti
Kronologis kecelakaan yang merenggut keceriaan Sandi
Ibunya bernama Yuly Arisanti, seorang ibu rumah tangga yang membuka usaha warung makan kecil-kecilan. Memiliki tiga orang anak, yg pertama normal, kedua kena penyakit lumpuh, yang ketiga Sandi ini memiliki fisik yang normal. Sehingga praktis ibu Yuli ekstra menjaga dua anaknya sambil melayani pembeli warung.
Adji kakak Sandi yang kelas 3 SDLB. Adji kelainan sejak lahir.kakinya kecil, tidak bisa napak, lututnya gak bisa ditekuk dan lurus, punggungnya bengkok dan kakinya lurus. Sehari-hari hanya diatas kursi roda.
Bermula karena kesibukan ibunya menjaga warung dan merawat tiga anaknya tersebut, . Maka akhirnya kurang bisa mengawasi anaknya yang berlarian keluar masuk rumah (warung). Ketika itu Sandi berlarian keluar masuk rumah, dan akhirnya menumpahkan kolak yang baru saja mendidih (dihangatkan), dan akhirnya dia terjerembab dalam posisi tengkurap dalam genangan air kolak yang panas sekali.
Maka bagian perut, dada, kelamin lah yang paling parah, dengan sebagain mulut yang kena. Diceritakan, karena mungkin salah penangangan, organ dalam perut Sandi juga sampat "matang" kena rendaman air panas tersebut beberapa saat. Hal ini dibuktikan dengan feces nya yang menghitam ( dan seperti gosong ), yang keluar seminggu setelah di rumah sakit ( karena baru seminggu boleh dikasih makan, dan bisa keluar berak ).
Tidak itu pula, beberap minggu kemudian, banyak pula keluar cairan hitam kental yang dikeluarkan dari rongga lambung yang dipaksa dipompa untuk membersihkan organ dalamnya dari sisa-sisa infeksi dan pengaruh kebakaran di tubuhnya. Artinya, tidak saja luka luar yang parah, ternyata dalamnya juga lumayan parah.. Bisa jadi itu terjadi karena parahnya luka bakar yang terjadi.
Penyembuhan luka luar + luka dalam inilah yang membuat perawatan Sandi menjadi lama dan berat. Baik untuk pendanaan maupun penderitaan yang harus ditahan oleh Sandi, dan tentu saja keluarganya. Bahkan, untuk beberapa kali operasi, digratiskan oleh para dokternya, sebagai peran sumbangsih para dokter untuk membantu meringankan keluarga Sandi.
Kondisi Sandi seminggu setelah kejadian. Kulitnya yang sudah mengering, harus dikupas ulang agar berganti dengan jaringan baru.
Kondisi Sandi ketika baru tiba di RS Elisabeth Semarang
Kondisi Sandi seminggu setelah di RS Elisabteth. Mulutnya nggak bisa bicara karena kulit dan bibirnya kaku. Pandangan matanya kosong karena traumatik yang sangat berat. Baru umur 2 tahun sudah mengalami penderitaan dan sakit yang begitu perih.
Sandi ketika baru tiba di RS Elisabeth Semarang
Karena infus di bagian kaki sudah penuh dan bengkak-bengkak, maka diganti di bagian leher. Kondisi sekitar mulut sudah agak pulih, bisa makan dan menangis.
Kondisi Sandi ketika mau diganti pembalutnya.









